Friday, January 28, 2005

Janji hati

Siang terik
Mentari marah padaku
Angin pun menampar wajahku

Langkah terhenti
Di persimpangan
Rambu telah jelas

Akankah kulanggar sekali lagi

Dalam diam
Aku tersedu
Dalam pedih
Aku menangis
Dalam Galau
Aku tergugu
Antara kebahagiaan dan kesedihan
Aku harus memilih

Janji hati
yang hanya ada di hatiku
Janji hati
yang diketahui oleh-Nya
Janji hati
yang menyakitkan pun melegakan
Janji hati...
Sanggupkah kutepati

Hanya mencoba dan berusaha
Hanya pasrah dan berdoa

Entah apa kata hari esok
Tapi yang pasti: akan kucoba!

Arti Waktu

Apa arti waktu bagi kita?
Orang gila kerja: Waktu selalu kurang
Orang malas: waktu tak pernah berlalu
Orang sakit: kapan waktu menyembuhkan ku
Orang waras: 24 jam/hari, 7 hari/minggu
Orang sakit hati: aku ingin kembali ke waktu lalu
Orang putus asa: waktu tak ada artinya
Orang populer: waktu ketika aku populer jangan berlalu
Masih banyak lagi

Apa arti waktu bagimu?
Jam dinding yang terus berputar
Apa bedanya hari ini dan besok?
Apa bedanya hari ini dan kemarin?
Itu kan hanya 'kata' kita
Sekarang adalah hari ini
Setelah lewat jam 12 malam akan jadi besok

Jadi, apa artinya waktu?
Sebuah masa yang diberikan Tuhan pada kita?
Sebuah satuan yang bisa dihitung dan diperhitungkan?
Sebuah tantangan yang harus ditaklukkan?
Sebuah harapan untuk diperjuangkan?
Atau sebuah anugrah yang diberikan kepada yang hidup?

Tuesday, January 04, 2005

Hari ini Selasa

Hari ini Selasa
4 Januari 2005
Artinya hari ke-empat di tahun 2005 ini

Pedihku masih sama
Laraku masih utuh
Prihatinku masih merana
Sakitku masih tetap

Apa yang berubah?
Hanya kata dan waktu
Tak ada tindak dan laku

"Tapi kamu sudah melakukan perubahan!"
gugat batinku
Tapi perubahan itu teramat kecil
Bagi dunia yang begini luas

Sedihku masih sama
Air di mataku masih menetes
Degup jantungku masih tersiksa

Sampai kapan?
Aku tak tahu...

Monday, January 03, 2005

Maafkan Aku

Pedih...
Dingin...
Ngilu...
Lapar...

Tak dapat kurasa lagi
Semua bercampur

Sosok kecil terbaring
Tak jauh dariku
Ia masih bernafas
Ingin ku bergerak
Tapi kaki, tangan, badanku
Kaku!

Maafkan aku, nak
Sekarang badanku serasa ringan
Bahkan aku tak bisa menyentuh jasadku

Laillahaillallah...
Hanya pada-Mu aku berserah

*dimuat di Koran Tempo, 1 Januari 2004*